Halaman

Terima kasih Jadi Kawan Blogger Saya

Ahad, 10 Oktober 2010

Hanya Kerana sebutir kurma

Email yang dihantar oleh seorang kawan


Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat
ziarah ke mesjidil Aqsa.

Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat Massjidil Haram.

Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu sebahagian dari yang ia beli, Ibrahim
memungut dan memakannya.

Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia sholat dan berdoa khusuk sekali. Tiba tiba ia mendengar
percakapan dua Malaikat tentang dirinya.

"Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,"

kata malaikat yang satu.

"Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram," jawab
malaikat yang satu lagi.

Ibrahim bin Adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, sholatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT
gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.

"Astaghfirullahal adzhim" Ibrahim beristighfar.

Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.

Sampai saja di Mekkah ia terus menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. "4 bulan yang lalu saya
membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. Kemana ia sekarang ?" tanya Ibrahim.

"Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma" jawab anak muda itu.

"Innalillahi wa innailaihi roji'un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?". Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak
muda itu mendengarkan penuh minat.

"Nah, begitulah" kata Ibrahim setelah bercerita,

"Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?".

"Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi tidak tahu dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang.

Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya."

"Dimana alamat saudara-saudaramu biar saya temui mereka satu persatu."

Setelah menerima alamat, Ibrahim bin Adham pergi menemui saudara pemuda itu.
Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim.

4 bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada dibawah kubah Sakhra.

Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap.

"Itulah ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain."

"O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu.

Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain.

Sekarang ia sudah bebas."


Oleh sebab itu berhati-hatilah dgn makanan yg masuk ke tubuh kita, sudah halal-kah? lebih baik tinggalkan bila ragu-ragu... "

Pada hadis yang lain Rasulullah saw bersabda; ˜Siapa yang merampas hak orang Islam dengan sumpahnya, maka Allah mewajibkan dia masuk neraka dan mengharamkannya masuk surga.. Seorang laki-laki bertanya, walaupun sedikit ya Rasulullah? Nabi menjawab, walaupun sebatang kayu sugi."(Riwayat Muslim).

-BerPesaN-pesaN SesaMa InSaN-

9 ulasan:

sahromnasrudin berkata...

salam kak..sgt tersentuh..nasib kita lum tahu lagi camna..adakah kita telah mengambil hak org lain??? huhuhuhu

sahromnasrudin berkata...
Ulasan ini telah dialihkan keluar oleh pengarang.
sahromnasrudin berkata...
Ulasan ini telah dialihkan keluar oleh pengarang.
si para para berkata...

kalau sebijik kurma...jadi macam tu..

kalau ambik duit orang ribu2..lagi la...hmmm mintak jauh dari semua tu...saat sedar atau tidak....

Werdah berkata...

Salam Ani.

Begitulah pentingnya tidak mengambil hak orang lain secara batil. Harus juga risau tentang pengagihan harta pusaka.

Kunang-Kunang berkata...

Waalaikumussalam Sahrom,

Mudah2an tak ada yang bukan hak kita masuk dalam perut kita dan keluarga secara sedar.

Semoga Allah mengampuni kita semua.

Kunang-Kunang berkata...

Salam Para,

Kalau ianya berlaku dengan penuh kesedaran, mohonlah ampun semoga Allah memberikan orang itu peluang membersihkan dirinya.

Kunang-Kunang berkata...

Waalaikumussalam Kak Werdah,

Semoga kita tahu dan sedar di mana hak dan kepunyaan kita.

ummu berkata...

salam kak ani
terkesan dengan kisah ini
aduhai kalau diri saya,entah macam analah lagi pula.susah kan nak jaga halal haram ni..